
Sarolangun (MAN 1), 15 November 2024 – Kurikulum merdeka yang diterapkan di berbagai sekolah di Indonesia kini semakin memperkuat penguatan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan yang dikenal dengan sebutan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila Rahmatalil Alamin (P5RA). Program ini bertujuan untuk mengembangkan karakter, kecakapan sosial, serta keterampilan kemandirian pada setiap siswa, khususnya siswa madrasah.
Di Madrasah Aliyah Negeri 1 Sarolangun, P5RA diterapkan dengan melibatkan berbagai kegiatan berbasis proyek yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila secara praktis. Salah satu proyek yang sedang dilaksanakan adalah kegiatan "Kearifan Lokal", di mana siswa diminta untuk mengenal sejarah budaya lokal yang ada di provinsi Jambi dan serta berkontribusi dalam kegiatan sosial di komunitas mereka.
Kepala MAN 1 Sarolangun, Salimin, S.Pd.I menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan hanya mengajarkan siswa untuk memahami Pancasila, tetapi juga memberikan mereka kesempatan untuk mengaplikasikan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari. "P5RA memadukan teori dan praktik, sehingga siswa tidak hanya tahu tentang Pancasila, tetapi juga merasakannya dalam interaksi mereka di sekolah maupun mengenai budaya yang ada di masyarakat sekitar jambi, khususnya kabupaten Sarolangun," ujarnya.
Kegiatan ini melibatkan berbagai disiplin ilmu, mulai dari sejarah, seni, hingga kewarganegaraan. Melalui proyek-proyek ini, siswa tidak hanya belajar tentang pentingnya nilai-nilai Pancasila seperti gotong royong, keadilan sosial, dan kebhinnekaan, tetapi juga dilatih untuk bekerja sama dalam kelompok, berpikir kritis, dan mengembangkan kepemimpinan.
Diharapkan, melalui pendekatan P5RA ini, para siswa tidak hanya menjadi cerdas secara akademis, tetapi juga memiliki karakter yang kuat dan mampu menghadapi tantangan di masa depan dengan integritas dan rasa tanggung jawab sosial yang tinggi.
(Admin Humas)
|
418x
Dibaca |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...