
Sarolangun - Memasuki hari kedua pelaksanaan Pesantren Ramadhan, suasana khidmat menyelimuti Musholla MAN 1 Sarolangun pada Kamis (12/03/2026). Ratusan siswa tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan yang menghadirkan Jhon Afrizal, S.Pd.I., sebagai pemateri utama.

Dalam sesi kali ini, Jhon Afrizal memaparkan materi mendalam mengenai Sejarah dan Makna Bulan Ramadhan. Ia menjelaskan bahwa ramadhan bukan sekedar ritual menahan lapar dan dahaga, melainkan momentun besar yang memiliki akar sejarah kuat sejak zaman Rasulullah SAW, termasuk peristiwa turunnya Al-Qur'an (Nuzlul Qur'an).

" Ramadhan adalah madrasah bagi jiwa. Sejarah mencatat banyak kemenangan besar terjadi di bulan ini, yang membuktikan bahwa puasa justru menjadi sumber kekuatan, bukan alasan untuk bermalas-malasan," ujar Jhon Afrizal di hadapan para siswa.

Beliau juga menekankan pentingnyan memahami makna transformatif dari ibadah puasa, yakni membentuk karakter disiplin, empati sosial, dan ketakwaan yang konsisten. Pemaparan yang interaktif ini memancing diskusi hangat, di mana banyak siswa melontarkan pertanyaan kritis seputar implementasi nilai-nilai Ramadhan di era digital.
Pihak sekolah berharap, melalui materi sejarah dan makna ini, para siswa tidak hanya menjalankan kewajiban secara seremonial, tetapi mampu menyerap filosofi dibalik setiap ibadah yang dijalankan selama bulan suci. Kegiatan Pesantren Ramadhan ini rencananya akan terus berlanjut dengan berbagai materi lainnya hingga hari ketiga.
Humas MAN 1 Sarolangun
|
150x
Dibaca |
. |
Untuk Wilayah Kab. Sarolangun dan Sekitarnya
Memuat tanggal...